Engkau menakar ku dalam cinta, sejak kapan cinta punya satuan?
Lalu engkau mengatakan, cintaku telah hilang, sejak kapan cinta menampakkan?
Sungguh engkaulah yang punya masalah, aku baik-baik saja.
Kau berkidung kalau cinta di antara kita selalu lestari.
Apakah cinta memang tiada batasnya, laksana langit kah?
Lalu engkau bilang, aku telah berubah, apakah cinta bak ulat menjelma kepompong.
Dulu, selalu aku bilang, sudah makankah? sudah sembahyangkah?
Apa bila tidak seperti dulu itu, artinya aku tak cinta lagi.
Betapa sedihnya ketika kau memaksa pergi, dan aku cuma laki-laki yang hanya bisa diam.
Dulu kau minta dinikahkan kan? Untungnya aku sempat berfikir ulang.
Betapa malangnya lelaki di depan mu waktu itu, yang cuma bisa tertegum
Kala kau bilang, "aku bosan dengan semua ini"
Lalu kau menghilang tiba-tiba, dan sebagai laki-laki aku berharap bisa bertahan lebih lama.
Kehampaan itu sakit, tapi hampa telah disapu hampa yang lain, dan kini tidak ada apapun.
Di hatiku cuma ada kesunyian, tapi karena makin lama, maka aku terlatih dan terbiasa.
Tak ada denting gelas meremah teh dan gula. its ok!
Tak ada senyum mungilmu yang manis bak lapis legit, dont worry!
Tak ada desir rambutmu yang terurai di atas pundakku, its happy!
Aku tak meminta mu pergi, "terserah kamu"
Lalu engkau cuma berbisik kaku, "begitu mau mu..", lalu menelan ludah mu.
Lalu semua usang dan berlalu.
Kemarin kala hujan datang, dan angin berbau tanah menelusup di kedalaman jiwa.
Engkau hubungi aku, dan menanyakan kabarku? "how are you, kaev hallooch?"
"Ya" kataku lalu ku matikan ponselku
*aku ingin melepas cinta dari kandangnya agar lari liar di rimba raya, tapi ia terlalu jinak bak kucing milik kakekku*






4 komentar:
berpisah, membuat gelisah.
cinta itu sudahkah usang...
lalu,
mengapa tak kau buat baru
supaya kau tak selalu jadi biru
:)
seperti itukah ...
kadang memang kita tidak pernah menyadari perubahan kita smpai mereka yang disekitar kita yang mengerti...
karna mereka yang melihat dan merasakan kita...
ps:fotonya pas jogja jamming ya...
saya juga kesan..hehehhe
salam kenal...
oalah pak.....jarene akeh sing ngajak kenalan, lha kok saiki termehek2 dengan mantan. Cari aja yang baru, gitu aja kok repot.
Puisi indah.. siip...
Poskan Komentar