Kamis, 17 Desember 2009

Sebuah catatan CAK NUN dari NY (NgayogYa)

Posted by MOVAZ On 14:47 No comments




Tertegun diam menikmati indahnya pagi, saat langit elok bak polesan kuas.

Sebelumnya,

Baru makan gudek murah 6000 IDR dapat 2 porsi + teh manis di perempatan jokteng wetan sebelah utara-timur, sedeppp dan terutama seneng bisa traktik cewek umur 29 tahun tp masih gadis dijamin 99%.

Sebelumnya,

Sholat subuh bareng-bareng sama si gadis di masjid gede, kauman, sepi, terhilusinasi oleh keheningan fajar.

Sebelumnya,

Ikut pengajiannya Moco Safangat -lihat blogroll- MH Ainun Najib (Cak Nun), setiap tanggal 17, di rumahnya mBantul. Beserta dengan 3 gadis lajang yang berumur antara 28-30. Novia Kolopaking walau kelewat subur tapi masih tersepuh aura artis ibu kotanya, Noe (Sabrang) vokalnya band Letto anaknya Cak Nun, masih terlihat cakep dan 'mriyayeni'.


Sekilas, cerita dari akhir ke awal selama pengajian.
  • Orang gila membacakan puisi, 'lugu tur ceplas-ceplos setengah porno', bikin ketawa saja.
  • Noe (Sabrang) bicara tentang produksi dan reproduksi, penjelasannya menarik, tentang dua tokoh dibalik brad I-phone dan Apple. Yang satu sukses karena daya kreatif tingkat tinggi (menikmati proses belajar -DO kuliah-) dan yang lainnya sukses karena pencarian makna dari kreativitas
  • Sambutan Korem (agak monoton)
  • Banyolan Cak Nun tentang kontol-peli-Asu- seperti biasa mendapat sorak penonton "apapun yang telah diciptakan kata akan berarti apabila diramu dalam kontek tempat yang tepat" -begitu kurang lebihnya-.
  • Pak pendeta membawa penari suku Biak Papua untuk menari.
  • dll



Sebenarnya ceritanya kelewat banyak dan sangat lucu, sayang saya tidak membawa si Michael, teman bule  Jerman kantor bozz saya ke sana, dia bakal tahu kalau islam itu lembut, inklusiv, lucu, progresiv dan setidaknya mampu mendorong pemikiran rasional liberal.

Umur pengajian Cak Nun Moco Safangat sudah memasuki tahun ke 12 -kalau di Jakarta namanya Genduri Cinta setiap habis Isa' till drop, di TIM, malam jum'at -kalau tak salah- setiap minggu ke dua/bulan,  pengajian yang lucu, filosofis, humoris, mendalam (terutama saat malam semakin larut) dan terutama musik pengiringnya Kyai Kanjeng , -anda bisa searching di youtube- selalu refresh, perpaduan antara gamelan, seksofon, biola, akustik, perkusi, alat-alat band macam biasa. Pertunjukan yang telah melanglang buana berkali-kali di daratan Eropa-Eropa-China-Arab-Afrika-Ausy, diundang ke Vatikan saat Paus Johanes wafat, -satu-satunya band yang diundang waktu masa duka di basilika- dan pada awal bulan 2010, akan tour  untuk kesekian kali ke Amerika. Pesan utama Kyai Kanjeng jelas dan eksplisiv: Islam-Indonesia dan Semangat Persaudaraan.



0 komentar: