Jumat, 09 Oktober 2009

Tentang -----[Kuil Kata]

Posted by MOVAZ On 19:40



Situs Web:
http://www.kuilkata1001.blogspot.com

Gambaran Situs:
Adalah situs dari seorang manusia 'tak penting' untuk orang-orang 'penting', yang mengelola produk 'unek-unek' pribadi, 'catatan mbleketek' pribadi, artikel 'asal-asalan' pribadi, 'rasan-rasan' pribadi, cerita 'remah-remah' pribadi, serta mengarah pada pencitraan yang sangat personal, untuk menggambarkan 'rasa syukur dan berkah pribadi' atas segala kejadian yang dianggap tidak terlalu penting atau sebaliknya yang 'dianggap' kelewat penting.  "Ini cerita tentang aku, kamu, dia dan mereka, kita semua adalah jama'ah para pencinta"

Misi:
Menjaga kesetiaan terhadap identitas diri (akal, raga, hati) yang sesungguhnya dan sejauh itu dianggap sebenar-benarnya.   

Produk:
Situs ini berisi segala aneka tulisan yang 'tak penting' sesuai gambaran pengembang. Lalu dikemas untuk menjadi 'menarik' melalui sesuatu yang tidak ingin di'muluk-muluk'kan, walau sering kali memang tidak juga penting.


Kuil (temple): tempat di mana para 'esensi tinggi' diagungkan, dan 'keyakinan' turun sebagai 'berkah', tempat dimuliakannya anugrah 'ketuhanan' melalui penghayatan kepada perwujudan simbol materi yang nyaris sempurna serta memiliki kekuatan khusus.

Kata (word) : adalah salah satu hierarki literal, satu tingkatan di bawah kalimat dan satu tingkat di atas huruf, rangkaian simbol (huruf) yang untuk pertama dalam dunia tulisan mengikatkan diri pada arti dan makna tertentu.

Kuil Kata : anggaplah berarti tempat di mana 'kata' menjelma menjadi esensi tinggi yang diagungkan, menjelma menjadi keyakinan pribadi yang diberkahi, melalui penghayatan atas anugrah keilahian yang termanifestasi dalam perwujudan 'kata'.

Kuil Kata meyakini : semenjak 'sesuatu' menjelma menjadi 'kata' yang 'bermotiv' tertentu, maka 'kata' dengan cara memaksa telah 'mengikat' dan 'memenjarakan' 'sesuatu', sepertinya 'sesuatu' telah masuk dalam pengolahan 'satu pabrik' besar lalu jadilah satu produk 'serupa' atau 'semirip' secara masal yang disebut 'kata', lalu kata memaksa mewakili 'sesuatu', padahal 'sesuatu' mungkin akan memiliki bentuk, citra, rupa, rasa yang berbeda bila tanpa diolah dalam 'satu pabrik', bisa jadi akan menjadi satu, dua, tiga, sepuluh, seratus, seribu, sepuluh ribu, seratus ribu, sejuta, bahkan tak terhingga!!!!, yang beda dari keluaran pabrik yang telah memaksakan diri menjadi satu-satunya yang mewakili sesuatu.

Kuil Kata berjuang agar 'sesuatu' mampu berdiri sendiri -walau tidak mungkin bisa hidup sendiri-, menentukan nasib dan harkatnya sendiri, menjumpai dan memeluk hangat kerinduan yang didambakannya, di mana selama ini dikubur dan disesatkan oleh monopoli kekuasaan 'kata'. Dan ketika 'kata' telah menjelma menjadi 'kekuasaan' absolut, yang memaksakan semuanya untuk mengikutinya dan menjadi 'prajurit'nya, maka 'kata' dengan demikian telah menjelma menjadi berhala yang meminta siapapun bahkan manusia untuk menyembahnya, di situlah Kuil Kata bersama siapapun setidaknya kepada orang-orang terdekatnya, mungkin itu anda, untuk bertarung dengan 'kata', dengan melakukan protes, 'koreksi', 'bantahan', 'interupsi', 'perlawanan', 'pembangkangan' dan 'jihad' terhadap 'kata' yang telah memaksa dan memenjarakan kebebasan ke dalam satu box sempit yang disebut 'kata'.

Kuil Kata memahami, bahwa sebelum tulisan diperkenankan oleh manusia -tak lebih dari lima milenium- yang lampau, maka ratusan milenium sebelumnya, atau ratusan ribu tahun yang lampau, manusia hidup tanpa tulisan, manusia berjalan di muka bumi tanpa masa lalu, masa kini atau masa datang, tapi manusia memurnikan dirinya semurni dan sealamiah-alamiahnya dan itu bukan berarti beratus ribu tahun yang silam -sebelum tulisan hadir- leluhur kita lebih tolol dan bodoh. Karena bagi semua manusia terdidik -tercerahkan- menyadari, bahwa bahasa yang paling merdeka bukanlah bahasa literal seperti produk: kitab suci, undang-undang politik, hukum tertulis atau sejarah tertulis dll -yang tidak lepas dari sangkaan 'stigma', 'hegemoni', 'satu mata' dan satu pandangan tertentu-, tapi bahasa yang merdeka adalah bahasa lisan yang pada dasarnya seperti saya dan anda, satu kata memiliki kebebasan untuk dimaknai dengan keberagaman dan keluasan.

Akan dijelaskan seperti contoh:

Kemerdekaan, Kebebasan, Persamaan, Kebenaran, Keadilan, Perdamaian, Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Gender, Kekayaan, Kemiskinan, Kebahagian, Cinta, Kawin, Tuhan, Manusia, Pria, Wanita, Keluarga, Muhammad, Jesus, Budha, Injil, Qur'an, Kaya, Mapan, Sukses, China, Uni Eropa, Setan, Rindu, Tangis, Sedih, Senyum, Roti, Air, Putih, Sirup, dan semua kata!!!

Siapakah dua orang yang akan menjelaskannya dengan susunan kalimat serupa?, dan apakah kata-kata itu akan terbayang di setiap otak manusia dengan ingatan komunal yang mirip atau pengalaman pribadi yang serupa?, jawabannya tidak akan ada!!! Sayangnya sebagian kelompok atau orang tertentu, telah memaksakan arti seperti kata-kata di atas secara egois dan memaksakan kepada bangsa, kelompok, individu lainnya untuk mengikuti bahkan dengan cara memaksa makna yang dibuat oleh kelompok atau orang tertentu tersebut. Ini adalah kejahatan paling parah yang dibenci oleh Kuil Kata dan tentu saja oleh Tuhan!!!!

Kuil Kata tidak bermaksud mengajak kembali ke zaman 'tanpa waktu' seperti pula 'tanpa tulisan', karena dengan sangat terpaksa Kuil Kata dan kita semua, manusia, telah menjadi 'manusia yang lain' dari manusia ratusan ribu tahun sebelumnya, kita -manusia- sekarang ini dengan amat terpaksa, telah menjadikan tulisan sebagai bagian tak terpisahkan, menjadi 'anatomi' dalam tubuh kita, semacam benda asing lainnya yang 'baru saja' menjadi 'anatomi tubuh kita' -HP, Internet, Mobil, Fashion, Food, News, Credit Card, Dugem, Masjid, Gereja, kuil, Vihara, Injil, Al Qur'an, Taurot, Bendera, UN, Indonesia, USA dan sebagainya, yang Kuil Kata sebut 'MAN-GED'-.

Kuil Kata berharap bisa berbagi makna, agar anatomi-anatomi asing (MAN-GAD) itu, sesuai dengan tujuan awalnya, memudahkan hidup manusia, bukan sebaliknya memperbudak dan menghancurkan keleluasaan kita dalam menjalani serta menikmati hidup yang teramat singkat ini, dan terutama tidak merusak kemurnian kita sebagai pribadi manusia yang sesungguhnya. Pribadi yang memiliki cara yang beragam untuk menjalani hidup di muka bumi ini.

Setidaknya, Kuil Kata memulainya dengan meng-'ilahi'-kan 'KATA', ilahi dengan makna yang lebih intens (hubungan yang sangat pribadi antara keIllahian dan kemanusiaan) -bukan illahi yang bebas kritik!-, ini artinya KATA menjadi suatu hubungan yang sangat personal dan pribadi -pengalaman terdalam individu-, yang di luar mainstream pabrikan, mengembalikan 'KATA' menjadi sesuatu yang membebaskan dan mempermudah hidup manusia, serta menganulir 'KATA' yang memaksakan kehendak kekuasaan atau tujuan tertentu terhadap mereka yang lemah, menderita dan terkalahkan. Mari berjuang bersama-sama.