Senin, 21 Desember 2009

AIDONNOW #wanhandret

Posted by MOVAZ On 20:55



Engkau menakar ku dalam cinta, sejak kapan cinta punya satuan?
Lalu engkau mengatakan, cintaku telah hilang, sejak kapan cinta menampakkan?
Sungguh engkaulah yang punya masalah, aku baik-baik saja.

Kau berkidung kalau cinta di antara kita selalu lestari.
Apakah cinta memang tiada batasnya, laksana langit kah?
Lalu engkau bilang, aku telah berubah, apakah cinta bak ulat menjelma kepompong.

Minggu, 20 Desember 2009

catatan Film #2 (the Bubble)

Posted by MOVAZ On 23:33

kata kunci : israel, film, cinta, liyan, dendam.

The Bubble, film tahun 2005 ini baru saja saya lihat, sangat telat memang,  entah mengapa karena tanpa alasan, saya beberapa bulan ini sangat terinspirasi dengan kelihaian Israel memerankan lakonnya di panggung sejarah peradaban. Israel yang tanahnya penuh sengketa itu sengaja seperti dipoleskan Tuhan diatas lukisan yang sudah jadi, agak sulit memahami sejarah Israel, *walau sangat lebih sulit memahami sejarah bangsa saya sendiri tentunya*.

Sabtu, 19 Desember 2009

AMBENGAN

Posted by MOVAZ On 17:15


ambengan di kampung ku... seneng lihat manusia-manusia yang rukun

Jumat, 18 Desember 2009

SUMPAH SERAPAH #1

Posted by MOVAZ On 17:25



kata sandi : kutukan, kebahagiaan, harapan

Ketika malam tiba, dan saya ngantuk sekali, lalu terlelap di mess Walhi, tiba-tiba dibangunkan oleh sesosok makhluk aneh yang tak asing bagi saya,
"bangun, bangun... pinjem uang..."
"gak da wang Pul...."
"cuma nambah seribu buat beli rokok.."
"gak da Pul.. kamu ganggu aku aja.."
"sumpah demi Allah kamu tak da wang...?!"
"iye Pull sumpe..."
"sumpah demi Allah bilang gitu ayoo!!!"
"ya elah.. kau macam Sosno saja yang maksa ngucap sumpah tapi salah baca.."
"ayo, sumpah sekarang.."
(dalam hati saya teringat ustdaz di kampung saya, nun bila kamu dalam keadaan bahaya dipaksa bersumpah, ucapkan saja asal jangan sampai di hati -sumpah yang bohong, setahu saya, membuat ibadah kita tidak diterima selama 40 hari-)
ya sudah saya bersumpah demi Allah bukan macan Susno yang ngucap sumpah : lillahitaawloh, dah bacanya salah, bukan termasuk sumpah lagi, (huruf jer li harusnya membuat kata taawloh dbaca taallah, lagian li di sini kedudukannya bukah frase qosam (sumpah) tapi li yang berarti karena) itu 'sumpah. justru bikin Susno selamat, dari kutukan Tuhan, smart dia karena kebudohannya.
Akhirnya saya sumpah "Demi Allah saya tak da wang..." dalam hati saya tambahi 'untuk beli rokok'.
si Tompul (sahabat saya yang paling dekat, yang tahu nyaris rahasia besar saya) diam sebentar
"...."
lalu ngucap,
"sebelum aku lulus sekolah (sekarang si Tom sudah 14 ++ semester), kamu gak bakalan bahagia..."
"heh.." jawab saya singkat
ah kau Pul, sukanya mengutuk orang... "benci aku.."

Kamis, 17 Desember 2009

Sebuah catatan CAK NUN dari NY (NgayogYa)

Posted by MOVAZ On 14:47




Tertegun diam menikmati indahnya pagi, saat langit elok bak polesan kuas.

Sebelumnya,

Baru makan gudek murah 6000 IDR dapat 2 porsi + teh manis di perempatan jokteng wetan sebelah utara-timur, sedeppp dan terutama seneng bisa traktik cewek umur 29 tahun tp masih gadis dijamin 99%.

Sebelumnya,

Sholat subuh bareng-bareng sama si gadis di masjid gede, kauman, sepi, terhilusinasi oleh keheningan fajar.

Sebelumnya,

Ikut pengajiannya Moco Safangat -lihat blogroll- MH Ainun Najib (Cak Nun), setiap tanggal 17, di rumahnya mBantul. Beserta dengan 3 gadis lajang yang berumur antara 28-30. Novia Kolopaking walau kelewat subur tapi masih tersepuh aura artis ibu kotanya, Noe (Sabrang) vokalnya band Letto anaknya Cak Nun, masih terlihat cakep dan 'mriyayeni'.

Rabu, 16 Desember 2009

aidonnow #99

Posted by MOVAZ On 14:36



Di lembah yang senyap aku menghardik mu.
Kamu nala yang mengusik kesenanganku pesta pora.
Tiba-tiba membopongku menuju senyap.
Lintang telah mendaraskan takdir.
Dan kesedihan melukai tawa kita yang sorak.

Menuturkan tentang lapar membuat kita gelisah.
Menuturkan penindasan membuat kita murka.
Menuturkan kebiadaban membuat kita resah.
Dunia ini tempat jelaga menghiasi ruang kaca.
Yang sebelumnya bening jadi muram.
Apakah kita alpa bila tak menyepuhnya.

Selasa, 15 Desember 2009

Membereskan Urusan Jogja #4

Posted by MOVAZ On 14:39



Ketika pagi seperti tergegap datang.
Genggaman itu telah terlepas dari eratan.
Cukup kau sumpali mulutku dengan omelan.
Seperti itulah engkau bagai anak kecil keranjingan mainan.
Makanya aku pergi menjauhi kebosanan

Senin, 14 Desember 2009

Di Copenhagenm semoga cinta antara Bumi dan Manusia bersua #2 (ekspektasi berlebihankah???)

Posted by MOVAZ On 22:34



Dialog iklim akhirnya terhalang oleh jumlah pendanaan dan kompensasi karbon!!, adalah sesuatu yang sudah dapat diduga. Seolah negara maju kehilangan hasrat untuk meneruskan pembicaraan tentang isu ini dalam kesepakatan pertemuan, sementara di pendulum yang lain, negara berkenbang meminta pendanaan yang lebih dari negara-negara penghasil emisi karbon terbesar (negara maju).

Demikian perkembangan terakhir dari 'blekutuk' carut marut yang belum berujung, KTT Iklim. Teman Blog saya bilang, "sementara yang di sana sibuk dengan ambisi-ambisi besarnya, mari kita lakukan dalam emplementasi kehidupan sehari-hari".

Minggu, 13 Desember 2009

Di Copenhagen, semoga Cinta antara Bumi dan Manusia Bersua

Posted by MOVAZ On 21:11



“mata akan kembali pada bintang, daging pada akar, tulang pada batang dan darah pada air bunga mawar  ” (Balian Maribut (Alm), Dayak. Meratus)

Malam minggu adalah malam paling ramai di jalanan, tidak hanya di kota, motor dan mobil antri memenuhi ruas jalan, entah untuk sekedar jalan-jalan, bergabung dengan keramaian, memenuhi undangan pesta-pesta, atau berbelanja mingguan habis-habisan. Hasrat untuk menjadi manusia ‘sempurna’ dibentuk oleh periode radikal beberapa abad ini, melalui kejutan ‘pencerahan’ yang telah merekonstruksi fitrah dengan ‘anatomi’ baru yang menghendaki  pembaharuan yang sangat cepat,  suatu periode akan semakin cepat menjadi ‘usang’, dan diganti periode baru yang secara cepat akan pula melapuk, ‘anatomi’ itu dijejalkan habis-habisan menjadi bagian dari ‘insan kamil’, “tengoklah sayang, kita harus membelinya, kita harus mengenakannya, dan kita harus membuangnya sebentar kemudian”.

Sabtu, 12 Desember 2009

Tengkurap

Posted by MOVAZ On 20:18


Memoles bibirmu yang merah, bak pita yang mengikat kado.
Kamu lembayung yang menguncup di kala ufuk.
Membisikkan di telingamu tentang mantra rayuan.
Aku ingin engkau menjamak mimpi yang makin memudar.

Ku bawakan kamu sepotong rindu.
Tak ku sangka kau tanam dalam pot ruang tamu.
Lalu tumbuhlah jewawut berbunga bakung.
Cinta kampungan mendendang melankolis.
Dan jikala sudah dipelaminan maka hanyutlah romansa.

ASal KaMu TAHu SAyaNg

Posted by MOVAZ On 01:22



Hidup datang dan menggenggam, kita hadir bernyanyi siul, karena mentari selalu berharap terbit keemasan di ufuk timur.
Memanja dalam bugil, riak anak anak membumbui empang di kampung halaman
Menerkam kehausan, mencuri nyiur, dikejar pak kebun tapi menyenangkan.
Bertengkar kecil-kecilan, lalu pulang dengan cengingisan

Anak udik berlibur ke pasar, menitih seruak, orang-orang tertawa berjualan
Ibu menggendong adik, dan kakaknya dibiarkan selonongan.
Ada orang gila diejek-ejek anak-anak sampai tapal desa
Saat senja, semua berkumpul dan mendendangkan rembulan.

Kamis, 10 Desember 2009

Membereskan Urusan Jogja #3

Posted by MOVAZ On 15:00

Seharian sengaja saya tidak menghubungi pacar saya, saya menyibukkan diri dengan tugas-tugas kerjaan yang menumpuk, tapi dalam kapasitas duduk di depan monitor dan mengrim laporan ke berbagai jaringan kerja. Bahkan sengaja seharian saya lepas dari handphone, baru kali ini saya merasa bebas, melepas suatu beban yang berat -ternyata HP walau dalam wujud nyata sangat ringan, tapi seolah-oleh lambat laun menjadi suatu beban, menghabiskan tempat yang lumayan luas dalam otak kita yang terbatas, sangat terasa selama ini, hampir tiap sepuluh menit, setidaknya saya kepikiran sama HP, ada SMS atau call gak ya??-, saya tahu orang sibuk pasti membutuhkan hubungan cepat, tapi saya memang sudah mengeset pengalihan ke no 'kantor' saya, jadi mau tak mau hanya panggilan saja yang bisa menghubungi saya, sekali lagi hal ini cuma kuat setengah hari.



Rabu, 09 Desember 2009

Membereskan Urusan Jogja #2 (lifs is my choice)

Posted by MOVAZ On 14:02



Aku tak bisa tidur, memikirkan seseorang yang mungkin sudah jarang memikirkanku -menurutku-,

"Aku dah di Jogja, kamu kapan ke jogja"
"Blon ada uang, apa kunci rumah ku kamu bawa saja, tapi aku pulang lagi ke Solo, coz uang ku belum cair"
"Tidak ah, kamu ke Solo saja dulu, jaga kesehatan dan sholatnya ya, aku numpang di teman saja, atau di mess kantor lama"

Dari petikan diatas, siapa yang sebenarnya masih cinta dan siapa yang sudah bosan dengan hubungan semacam labirin tanpa ujung?
Yang tadi di Solo, seolah kurang antusias mendengar yang dari Jakarta telah datang ke Jogja, dan yang dari Jakarta, mungkin sudah bosan atau mungkin memilih tidak bertemu dulu dengan seseorang yang ada di Solo, padahal yang di Solo mau saja bertemu, meminjamkan tempat, tapi harus pulang lagi ke Solo. Setelah percakapan itu, yang di Solo, entah mengapa harus di SMS dulu oleh si Jakarta baru mau SMS, dan yang di Jogja, berkelana ke teman-teman lama, seolah masuk kembali ke dunia lampau yang kadang teramat abu-abu sekali.
Ketika si Jakarta mencoba mengirim pesan singkat HP ke si Solo,
"Oek..Oek... kamu sedang apa... Aku kangen....??"
dan lalu si Jakarta menunggu lama, menanti jawaban dari si Solo dengan gundah kerena sangat rindu, apa gerangan si Solo menjawab?

Selasa, 08 Desember 2009

AIDONOW #3

Posted by MOVAZ On 09:48



Ketika raga telah moksa jadi abu.
Hatiku rubuh laksana perdu.
Engkau memabukkan seperti candu, hingga menyekak leherku tergagap-gagap.

Dulu kau menjelma sang kasih.
Sejak itu aku tekuk punggungku tulus dan kau merengkuh ku dari belakang lalu kita berlari kencang.
Kita berguling-guling menuruni lembah bukit, dan langit menyelimuti cinta dalam kepurbaan Adam-Hawa.
Aku lelah dan engkau tertawa, betapa nikmat menyaksikan gulungan awan di balik tenda.
Dan sarapan pagi yang kau buatkan untukku, asal jadi saja, tapi selalu ku bilang "enak.." haha.
"Hanya kesatria sejati yang membuat laki-laki  bak pahlawan kala menangis dan tertawa" kau bilang serius saat itu.

Senin, 07 Desember 2009

Membereskan Urusan Jogja (Life is Choice)

Posted by MOVAZ On 04:14


Saya buru-buru dibangunin adik saya untuk mengejar kereta ke Jogja, misi bepergian kali ini, saya mau memutuskan suatu pilihan yang teramat sulit, tinggal di Jakarta atau melepaskan Jogja, ini artinya saya harus melepaskan hubungan rumit saya dengan pacar terselubung saya, yang tidak diberkahi oleh ibu bapaknya dan oleh orang tua saya juga, mungkin pula oleh segala yang di langit dan bumi. Power of Love... believe its? Pacar saya bilang dengan agak menusuk kalbu "aku kangen kamu, tapi kangenku memakai otak, sedang kangenmu memakai hati......", oh Ya Allah, dengan enteng dia mengucapkan itu beberapa kali, dan saya cuma bisa menjawab dengan nafas dalam-dalam,. Pffff.....

Sabtu, 05 Desember 2009

SPOT LIGHT!

Posted by MOVAZ On 14:15


gambar ini di ambil di salah satu spot d sektor 9 bintaro tangerang, pake lensa amatir dengan set khusus

Rabu, 02 Desember 2009

Papa, Kamu dan Aku

Posted by MOVAZ On 09:04


 I.
Akhirnya Kereta api yang ku nanti datang juga, stasiun yang begitu ramai, orang-orang berbondong-bondong berangkat kerja berebut memasuki gerbong, sudah tahu tidak banyak kursi yang tersisa di dalam sana, tapi tetap saja berebut naik, mungkin percaya bahwa 'siapa yang pertama dia yang dapat',  atau mungkin orang-orang itu takut ketinggalan kereta? bukannya mereka sudah tahu bila kereta akan berhenti  dalam waktu yang sudah ditentukan dan akan berangkat sesuai jadwal, atau mereka takut kereta di negeri ini tidak bisa dipastikan? Orang-orang itu harusnya memahami, tidak ada yang pasti dalam waktu lama, sepanjang hidup kita, tapi mungkin bos mereka tidak mau tahu, atau orang-orang yang  itu sedang membuat janji lalu mengelak semua ini sekedar beberapa saat, mengelak semua kemungkinan yang sedikit buruk apa lagi yang paling buruk. Orang bilang, kalau mau tetep hidup harus berani ambil resiko, harus berani mendobrak hambatan, harus menepati janji-janjinya, -dan kelak akan memaklumi janji-janji yang usang, yang dikoar-koarkan di podium, di televisi, di ruang kuliah, di buku-buku, di kutbah-kutbah, di majlis, di dunia maya, di peradilan, dan di mana-mana, karena memang sekali lagi cuma sekedar janji, lalu orang-orang mulai saat itu, akan belajar untuk bisa melupakan sesuatu, mencari cara paling praktis dan instan untuk melupakan segala janji-janji, tetap ingat adalah sebuah penderitaan!.

APUSIDU (mix)

Posted by MOVAZ On 08:14



minuman favorit saya : air putih sirup madu : saya menyebutnya : APUSIDU.
rasanya renyah macam pepsi dikocok sama kola, semacam perpaduan citarasa Perancis dan Amerika, Boing dan Airbus, yang diterjemahkan secara lokal teste Indonesia : madu Bogor, sirup Tangerang, masalah kesehatan, udah di reg, masalah halal, dah tersertifikasi,  hmmmm, pokoknya bisa dicobalah... yang penting khasiatnya, karena beruntung sekali Tuhan memberi kesempatan membaca pos ini, "jangan bilang siapa-siapa!!", ini minuman reaksinya DAHSYATTT!!!! terutama diatas ranjang!! woww bisa berlama-lamaan lah... akhirnya cinta anda bisa awet!! dijamin....!