Kamis, 28 Januari 2010

AIDONNOW OST

Posted by MOVAZ On 13:07




pada kata-kata yang compang
aku meleleh menjadi kelam kelampang
mentari menyusup dalam celah-celah remah tanah
bau hujan mengganyang segala mimpi
penderitaan adalah raungan kesunyian
berbisik serak di kerongkongan yang kering
luka meneruak mengalir dalam jari jemari
ada karak di bawah nampan persembahan

Tuhan menguap kala tawa bergelagak
siapakah diri mu? yang terberukut kabut
mengakak bagai iblis yang jatuh tersungkal bersama Adam-Hawa
kesendirian membuncah mengosongkan segala gundah
atas kota-kota yang kita bangun dari rakit-rakit nelayan tua
merusak sebelum dirusak
bak kala Bandung menjadi lautan api


Selasa, 19 Januari 2010

status FB saya yang sedikit protes dengan diri sendiri

Posted by MOVAZ On 17:11




Membaca anatomi asing yang berlahan menjadi bagian tubuh yang nyaris mendaging dan manuntut menjadi 'aku', plz remember, our anatomy isn't : HP, Leptop, FB, Skype, Prada, 21, CNN, country, belief concept, etc, bahwa semua itu hanyalah cuma dan hanya cuma suatu alat untuk mamudahkan kita menjalani kemurnian sebagai manusia sang pencitraan illahi.

Ketemu teman HPan, ketemu teman Leptopan, ketemu teman Poker-an, FBan, Shoopingan, ketemu teman sibuk Dzikir-an, ketemu teman nge-nonton TV, mentelengi buku, saya merasa apa yang ditulis ORWEL : 1983 menjumpai takdirnya, adakah manusia yang mau bicara dengan 'telanjang bulat' dan 'jiwa murni', di mana segala yang di dunia ini CUMA ALAT untuk membantu kita menjadi makhluk yang MERDEKA (SEJATI) atas tubuh, pikiran yang kita miliki.

Jumat, 15 Januari 2010

MELIHAT WANITA YANG -mungkin- DIPERKOSA DI DEPAN MATA SAYA -tapi saya tak bisa berbuat apapun, selain berdoa-

Posted by MOVAZ On 23:21



medoakan wanita yang teraniaya malam tadi.. dan saya cuma berdiri mematung tanpa bisa berbuat apapun
selain doa....teriakan rintihnya masih terngiang, membasahi hati saya yang masih tersentak:

"Bajingan kalian!!!, Ya Allah!! Tunjukkan aku keadilan, lebih baik aku mati bila aku berdosa seperti ini!!"

saya benar-benar tak habis pikir apa yang diinginkan oleh lelaki-lelaki itu. saya seperti cuma menyimak akhir yang tragis suatu kisah, apakah wanita itu diperkosa? apakah wanita itu hamil diluar nikah dan dipaksa untuk menggugurkan janinnya? apakah wanita itu menjadi gila karena beban hidup yang berat?

saya hanya menyimak teriakan pedih di atas, dan sekali lagi saya cuma bisa diam membisu. sungguh ini seperti permukaan gunung es yang sedikit terlihat sebagian dan selebihnya -yang jauh jauh lebih besar- tenggelam dalam samudra yang gelap.

Ampunilah kami ya Allah .... ma.. ma'i ghaitu dammbihi..... isfa'lana..... apa yang bersama kami selain dosa, maka mohon maafkankan kami ya Tuhan kami....

Lokasi kejadian : jembatan babarsari Yogyakarta, Waktu: jam 1-2 malam, sabtu, 16 januari 2010. Setelah kejadian ditemukan -disekitar kejadian- : 4 botol bekas Anggur cap Orang Tua, dan 8 botol Vodka. Perkelahian -cekcok- berlangsung -mungkin- setelah wanita tadi tersadar dari mabuk berat, ada setidaknya tiga orang laki-laki di sekelilingnya, wanita itu lalu berteriak seperti kata-kata diatas pada -setidaknya satu dari- lelaki-lelaki itu, dan kata kata lainnya di sepanjang jalan saat lelaki-lelaki itu -mungkin- sedang mengantarkannya pulang, dan tragisnya, wanita itu mengenakan jilbab.. astagfirullah....!!

Selasa, 05 Januari 2010

Catatan Sang Pelayan Warung Jepang

Posted by MOVAZ On 08:11



Akhir-akhir ini kerjaan ‘sampingan’ saya menjaga kedai Jepang milik teman membuat saya malas menulis, bukannya tidak percaya lagi bila menulis sebagai sebuah kekuatan yang telah dibuktikan oleh sejarah peradaban mampu menjungkir balikkan hidup individu, masyarakat dan dunia, tapi saya sedang kehilangan flavor acid untuk merangkai kata-kata, hilang karena puas melayani orang-orang yang terpuaskan oleh sensasi kelezatan dan kekenyangan  karena sajian sepasang Dorayaki dan Ocha, atau Ramen dengan  Orange juice, semua dari racikan tangan saya, saya baru merasakan seumur-umur suatu Hand God, menyelinap dalam jari-jari saya yang lentik (?), puas!!

Sudah seminggu lebih saya ‘bekerja’ sebagai ‘pelayan’ di warung milik teman yang baru dibuka, buka warung setelah tiga tahun mengembara ke Benua Jepang –term from Huntington-,  sambil menunggu –insyallah- awal bulan ini kerjaan baru yang positive 90 %  -alhamdulillah-. Menjual pelayanan adalah pekerjaan paling trend dan sangat dominant di jaman baru ini, Cal, teman geng saya pernah bercelutak ‘pelayan!, mending setahun nyari kerja –nganggur- dari pada harus menerima jadi pelayan’, pacar anggota geng saya yang lain, Ed namanya, menjawab ketus, segala pekerjaan itu hampir semuanya pelayanan, service, kita semua menjual pelayanan, Bank menjual pelayanan menyimpan uang, pedagang menjual pelayanan menawarkan dagangan, komunikasipun –bidang bisnis paling mengeruk banyak keuntungan pada decade ini- lebih banyak menemukan ide-ide inovasinya melalui prinsip: bagaimana menghidangkan pelayanan yang paling perfect’.


Jumat, 01 Januari 2010

Resolusi 2010

Posted by MOVAZ On 20:28



  • 2009 : kerja jadi editing, calo skripsi, guide turis bule naik gunung, volunteer Envoy.
  • 2010  : pacaran sama cewek satu sajha, kerja apapun asal bisa ngelanjutin kuliah S2, namatin 50 judul buku,  namatin 25 film festival, naik gunung Agung dan Rinjani, GAMBATE!!

2010, welcome,  marhaban khair, detik-tetik akhir 2009 dan awal 2010 saya lalui di pengajian masjid UGM, sangat membosankan, tapi ini demi suatu instropeksi yang kreatif -alias demi permintaan pacar yang makin lama makin aneh sajha-, saya tak tahan mendengar kotbah orang-orang suci, apalagi dengan memandang dunia hitam putih, separuh jalan, saya keluar masjid -ijin sama pacar-, tepat jam 11.45 pm, saya merenung di taman masjid -yang dulu bekas kuburan pecinan-, tiba-tiba saya merasakan kesendirian, sendirian melewati dunia -apakah saya harus menangis??-, ok, saya memang tidak lahir sendiri, tapi memang setiap laki-laki harus merangkul nasibnya sendiri, mengapa memaksakan diri harus dekat dengan orang tua kalau bersama mereka kita akan terlalu banyak meminta dan dimanja, sudah waktunya berjalan sendiri dan menentukan pilihan.

Ada sebagian orang yang bangga karena sukses dunia -harta dan kedudukan-, yang lain sukses integritas -pengetahuan, dan kebijaksanaan, dan sebagian meminta keduanya, saya tidak ingin semuanya, saya cuma ingin lebih dekat pada dunia ini, jauh lebih mendalam, dengan itu saya berharap menemukan integritas saya yang sesungguhnya, saya ingin memilih sesuai apa yang saya inginkan -celakanya saya tidak begitu paham apa yang sedang saya inginkan-. Tapi saya ingin mencoba memahami segalanya dari sudut pandang masing-masing, bukankah nilai-nilai ini seperti pelangi, toh bila ada yang saling menerkam, itu masalah ada dalam pelaku nilai dan bukan nilai-nilai itu sendiri, kedewasaan saya diuji dengan melihat semuanya dangan kaca mereka masing-masing, dunia ini tidak semutlak yang kita bayangkan, kesuksesan sejati bukan berarti harus kaya, tenar atau berkedudukan, bukan pula kebijaksanaan yang menepi di gunung-gunung, biara, masjid atau pura-vihara, tapi adalah suatu kebahagian untuk menyenangkan orang lain dan mematangkan diri sendiri sebagai makhluk jelmaan illahiah.