- 2009 : kerja jadi editing, calo skripsi, guide turis bule naik gunung, volunteer Envoy.
- 2010 : pacaran sama cewek satu sajha, kerja apapun asal bisa ngelanjutin kuliah S2, namatin 50 judul buku, namatin 25 film festival, naik gunung Agung dan Rinjani, GAMBATE!!
2010, welcome, marhaban khair, detik-tetik akhir 2009 dan awal 2010 saya lalui di pengajian masjid UGM, sangat membosankan, tapi ini demi suatu instropeksi yang kreatif -alias demi permintaan pacar yang makin lama makin aneh sajha-, saya tak tahan mendengar kotbah orang-orang suci, apalagi dengan memandang dunia hitam putih, separuh jalan, saya keluar masjid -ijin sama pacar-, tepat jam 11.45 pm, saya merenung di taman masjid -yang dulu bekas kuburan pecinan-, tiba-tiba saya merasakan kesendirian, sendirian melewati dunia -apakah saya harus menangis??-, ok, saya memang tidak lahir sendiri, tapi memang setiap laki-laki harus merangkul nasibnya sendiri, mengapa memaksakan diri harus dekat dengan orang tua kalau bersama mereka kita akan terlalu banyak meminta dan dimanja, sudah waktunya berjalan sendiri dan menentukan pilihan.
Ada sebagian orang yang bangga karena sukses dunia -harta dan kedudukan-, yang lain sukses integritas -pengetahuan, dan kebijaksanaan, dan sebagian meminta keduanya, saya tidak ingin semuanya, saya cuma ingin lebih dekat pada dunia ini, jauh lebih mendalam, dengan itu saya berharap menemukan integritas saya yang sesungguhnya, saya ingin memilih sesuai apa yang saya inginkan -celakanya saya tidak begitu paham apa yang sedang saya inginkan-. Tapi saya ingin mencoba memahami segalanya dari sudut pandang masing-masing, bukankah nilai-nilai ini seperti pelangi, toh bila ada yang saling menerkam, itu masalah ada dalam pelaku nilai dan bukan nilai-nilai itu sendiri, kedewasaan saya diuji dengan melihat semuanya dangan kaca mereka masing-masing, dunia ini tidak semutlak yang kita bayangkan, kesuksesan sejati bukan berarti harus kaya, tenar atau berkedudukan, bukan pula kebijaksanaan yang menepi di gunung-gunung, biara, masjid atau pura-vihara, tapi adalah suatu kebahagian untuk menyenangkan orang lain dan mematangkan diri sendiri sebagai makhluk jelmaan illahiah.