Rabu, 27 Oktober 2010

Posted by MOVAZ On 05:30

 

Siapa lagi yang akan membersihkan kotoran di jalan setapak menuju puncak Merapi ini -yang biasanya berasal dari para pendaki ini dan "pencinta alam" ini-, satu lagi tauladan yang sederhana telah mendahului kami...... (wedang gedang anget yang engkau aduk itu, dan bacaan "angudubillah" kala menjadi imam subuh kami di surau mu, akan selalu kami kenang), selamat jalan mbah... "udhulul jannat radliatan mardliah" amean

Minggu, 24 Oktober 2010

Di Dunia Yang "NYARIS" Sempurna

Posted by MOVAZ On 05:46

Di dunia yang ‘nyarissempurna
Anak gadis baru bangun dari tepar di sebuah kamar, kamar yang ia tak mengerti..
Seorang ibu bersembunyi ketakutan di balik sofa sebuah ruang, karena melihat sesosok lelaki.
Dalam ruang yang gelap dan pengap, orang-orang itu tak henti-henti menggerakkan tangan hampir sepuluh jam.
Lelaki menengok dari jendela mobilnya melihat sosok dekin sambil tersipu sinis.
Lelaki sehabis keluar masjid, marah-marak karena sepasang sepatunya hilang.

Di dunia yang ‘nyarissempurna
Sosok lelaki atletis six peak, gagah tinggi, baru keluar dari gym, menjawab panggilan hpnya, “yayank, belikan adik yang warna pink yach..”
Kutu buku membuang selembar catatannya yang tidak dipakai tapi tidak di tempat sampah.
Seniman gondrong itu, memaki perempuan itu, dan perempuan yang juga seniman, memaki-maki balik seniman gondrong itu.
Kampanye seorang politikus berperut buncit, dihentikan sementara karena hujan, dan dilanjutkan lagi saat seorang lelaki kurus telah memayunginya sampai acara selesai, dan hujan belum selesai.
Para demonstran mengangkat-angkat baliho tuntutan, setelah itu pulang dengan sekotak kue, dan motor yang menggelegar dengan asap menghitam.

Di dunia yang “nyarissempurna.
Sepasang tua gembel tinggal di kotak kardus selama tiga puluh tahun, bukan karena suami istri, dan bukan saudara, dua-duaya menghabiskan satu pak rokok har ini.
Seseorang berteriak-teriak tentang koropsi di negara-negara dunia ke-tiga siang ini, dan malamnya ia menghabiskan waktu di kelab malam dan hotel habis lima ribu dolar, sementara salju turun dan dia masih kesepian.
Pak haji pulang dari mekah untuk ke tiga kalinya, dan memanggil anaknya untuk menagih hutang tetangga-tetangganya yang menunggak.
Seorang bayi telah lahir dengan sehat dan ibunya meninggalkannya begitu saja.
Anak-anak bermain ular tangga tapi dadunya hilang.

Di dunia yang “nyaris sempurna.
Burung-burung yang dulu bernyanyi di dahan itu telah hilang atau dikurung  oleh parapencinta burung”.
Seseorang telah banyak berkorban demi cintanya pada mu, tapi saying engkau tidak pernah bisa mencintainya.
Hujan telah turun di musim kemarau dan kekeringan telah dating di musim hujan.

Di dunia yang “nyarissempurna.
Pada jalan-jalan yang telah kita lalui.
Pada harapan yang ingin kita lewati.
Pada semua yang telah pergi, dan yang sedang menemani dan yang akan dating untuk kita.
Pada suatu akhir yang disebut kematian
Pada sekotak abu atau pusara di guntukan tanah yang masih basah, pada bunga kambojanya yang berguguran.
Pada yang “nyarissempurna yang lalu berakhir.
Pada kematian yang tidak akan pernah sempurna.