Minggu, 02 Oktober 2011

KESADARAN MORGANA (Fragmen 1)

Posted by MOVAZ On 12:45 1 comment


I m Not Superman
Selamat pagi, dunia terus berputar, dan kita beranjak semakin tua: anak-anak lelaki semakin besar dan mungkin waktunya membuahi sel telur anak-anak perempuan, ataukah sebaliknya: menjadi pemberontak zaman dan menabrak makna-makna melalui tipuan dekonstruksi. Dunia semakin meluas dengan nilai, demikian semakin sedikit orang lapar berkat tekhnologi, namun semakin banyak kelaparan yang lain sehingga hal-hal tertentu lenyap dan tak akan pernah kembali. Kota tidak pernah menjadi hutan lagi -gedung maha tinggi dibangun, langit biru lenyap-, harimau jawa tidak mungkin hidup kembali, burung-burung bangau tidak pernah melintasi langit sore di atas rumah kita, dan burung-burung yang membuat sarang sepatu tidak lagi hadir di musim kemarau pada ujung-ujung dedaun kelapa-kelapa desa kita. Penyakit berkurang, karena penanganan kedokteran, tapi virus dan bakteri baru makin imun terhadap obat yang kita telan.

Ada (sebagian) harapan optimis bahwa generasi mendatang tidak terlalu banyak kekurangan (dalam makna dan nilai), agama semakin 'mengakar' namun lebih terbuka, ideologi semakin 'lentur', proses-proses negosiasi barat dan timur semakin menampakkan hasil, keterbukaan membuat kita semakin kaya, walau mobilitas manusia tidak sebebas dahulu kala, yang tidak perlu visa kunjungan atau ribet di pemeriksaan bandara internasional. Manusia beragam nilai: demokrasi, hak asasi manusia, transparansi, keadilan untuk semua, kebebasan beragama dan berkeyakinan, adalah nilai yang dihargai oleh sebagian besar manusia, walau kadang hanya dibatasi atau dirasakan 'sepenuhnya' oleh kelompok-kelompok tertentu saja.

Manusia hidup di dunia, angka harapan hidup kita tak akan lebih dari 85 tahun walau setiap dekade ada peningkatan 2,5 tahun pada rata-rata harapan hidup internasional. Begitu pendek bagi sebagian orang dengan ambisi bermacam-macam, dan begitu lama bagi mereka yang berjalan di dunia dengan jerih payah, toh sebagian bilang dunia hanyalah begitu saja: baik-buruk, benar-salah, sedih-gembira, tabah-gelisah, teliti-ceroboh, optimis-pesimis, lelah-semangat, singkat kata: kita semua di dunia ini disediakan pilihan bebas, dan nasib kita ditentukan oleh keberanian kita memilih sesuai keinginan kita yang paling murni.

Gelisah oh gelisah, beberapa teman belum nikah termasuk saya, beberapa teman -in relationship-, beberapa teman mempertanyakan keberadaan Tuhan, beberapa teman tidak tahu harus mencari kerja apa, beberapa teman menderita kekalahan, kegelisahan memenuhi hari-hari kita, orang-orang yang menemukan satu-satunya jalan namun sayangnya buntu, betapa menyedihkannya. Kerinduan untuk bertemu namun terpaut jarak dan kepentingan, jiwa-jiwa yang tak lelah-lelah mencari kebenaran walaupun tak pernah menemukannya karena terus bertanya dan dikecewakan, kegelisahan membawa 'pengelana' pada tumpukan buku-buku, keterpencilan, atau juga jimat dan mantra, berita sampah,  melarikan diri dalam facebook, tweet, dan BB-m, mungkin juga narkoba dan Jack-D, kelap malam, ranjang bacin pelacuran, pembunuhan, penodaan martabat, prasangka, dendam. Dan kegelisahan adalah cara manusia untuk menemukan kekosongan dirinya lalu  mengisinya dengan 'keberuntungan' atau sebaliknya 'kebangkrutan.

Wajah yang mempesona, kita tidak punya banyak pilihan untuk menilai seberapa jauh seseorang yang kita temukan harus sesempurna yang kita inginkan, tidakkah tiada makhluk yang sempurna, tapi waktu jualah yang membatasi apa yang seharusnya kita inginkan dan apa yang akhirnya kita dapatkan, mempesona membuat kita: rindu, gelisah, terluka dan hampa, hal yang paling tidak produktif di dunia (kenyataanya) adalah hidup dengan seolah-olah apa yang kita cintai akan selamanya kita miliki, dan tentu bukan hanya kematian yang menghempaskan kita dari harapan semu itu -meminjam kata Rabindranat Tagore-, tapi kemampuan di luar apa yang kita mampu kelak mungkin akan memisahkan atau justru menyatukan banyak hal, wajah yang mempesona, hanyalah setengah mili di mukanya, tapi dialah yang membuat sebagian orang bersusah payah menuruti nafsu birahinya. Kelak segala yang terbaik, akan dimulai dari hati.

Kelahiran kembali: tidak ada kelahiran kembali bagi mereka yang diciptakan tanpa keberanian untuk memilih ulang apa yang sebenarnya diinginkan, mereka yang takut lapar, takut terjatuh dari kekuasaan, diusir dari kenyamanan, takut kutukan, atau takut seperti nasib Adam yang keluar dari surga: adalah orang-orang yang tidak akan dilahirkan kembali, mereka yang menghindari konfrontasi merasakan hal yang serupa, keseragaman, mekanis, monolog dan praktis. Colombus menentang penutupan Mediterania dan menemukan Dunia Baru, Louise XVI remuk oleh kaum yang memaksakan persamaan hak, James Watt melucuti tuan tanah Britania yang arogan, Muhammad membangkang terhadap bangsawan Makah, Jesus menentang Roma, David melawan Goliat. Kehidupan harus dijalani dengan memilih sikap yang berani!

Kematian, semua orang akan mati, daur biogeokimia, keniscayaan hukum entropi II: energi bisa berganti dan kekal tapi nilai kegunaanya akan semakin memburuk. Kematian telah membagi dirinya: adalah 'siapa dibunuh apa', atau 'siapa membunuh apa', dunia yang dicari dan cuma mengigau akan dibunuh oleh mereka yang (berani) berfikir waras, karena menjadi apapun tidak membutuhkan konfirmasi bahwa dunia akan menyetujui, demikian pilihan orang bijak, kalau kita ingin menjadi bahagia tidak perlu uang (sungguh!), tapi kesabaran, ketekunan dan kerja keras, demikian yang dilakukan kaum puritan ketika menduduki Amerika Utara dan kemudian menurunkan kelompok Yankee (sejenis 'ras'-nya (George) Bush), kita semua berjuang untuk mematikan keinginan yang bukan sungguh-sungguh kita inginkan: kemelimpahan, berlebihan, pikiran yang licik-kotor-khayalan-mesum, kekuasaan absolud, iman yang tidak menyediakan pertanyaan, atau pertanyaan yang tidak mengijinkan iman. Semua yang kita lalui adalah untuk membunuh ego yang buruk, dan untuk membangkitkan kesadaran bahwa dunia ini terlalu singkat hanya untuk dihabiskan menjadi bobrok dan bertindak tidak waras.

"Kita wajib memulai, melakukan dan mengakhiri segala hal dengan kesungguh-sungguhan bahwa masih ada pintu yang tidak terkunci rapat yang selalu bisa kita masuki". Alhamdulillah.

1 komentar:

Huh, tulisan apaan ini???? END.

*colek, trus kabbboooooooooooeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!!!!!!!!